Cara menggunakan
Modal tunai yang diinvestasikan mencakup uang muka, biaya pembelian, dan pekerjaan awal pada properti. Biaya operasional mencakup pajak, asuransi, perbaikan, pengelolaan, dan dana cadangan, tetapi tidak mencakup cicilan pinjaman. Imbal hasil atas modal tunai tidak memperhitungkan kenaikan nilai properti, pelunasan pokok pinjaman, atau dampak pajak; tingkat kapitalisasi menggunakan pendapatan operasional sebelum pembiayaan. Tingkat kekosongan merupakan input, bukan prediksi pasar.
Contoh
Contoh input: pendapatan sewa kotor bulanan = 2.000, modal tunai yang diinvestasikan di awal = 100.000, asumsi tingkat kekosongan (%) = 5, biaya operasional bulanan = 500, cicilan pinjaman bulanan = 800, harga beli properti = 300.000. Imbal hasil tahunan atas modal tunai (%) = 7,2.
Contoh hasil untuk Pendapatan sewa kotor bulanan
Contoh ini menggunakan Modal tunai yang diinvestasikan di awal: 100.000; Asumsi tingkat kekosongan (%): 5; Biaya operasional bulanan: 500; Cicilan pinjaman bulanan: 800; Harga beli properti: 300.000. Hasil ini merupakan perhitungan acuan, bukan pengaturan yang direkomendasikan.
| Pendapatan sewa kotor bulanan | Imbal hasil tahunan atas modal tunai (%) |
|---|---|
| 1.000 | -4,2 |
| 2.000 | 7,2 |
| 4.000 | 30 |
Kutip halaman ini
ToolOctopus. “Kalkulator ROI properti sewa.” Diperbarui 7 Oktober 2026. https://tooloctopus.com/id/kalkulator-roi-properti-sewa.
Tambahkan tanggal akses jika pedoman yang Anda ikuti mewajibkannya.
Format sitasi menggunakan citeproc-js buatan Frank Bennett dan gaya Citation Style Language. Lisensi dan kode sumber.